Sensasi Air Keruh
Panser Dari Selatan
Telah beberapa kali aku mancing di kalsel setiap ada tugas kantor pasti bawa pancing. Trip-trip sebelumnya belum begitu baik hasilnya sehingga akhirnya aku dipindah tugaskan dari kalbar ke kalsel.
Pada beberapa bulan pertama kegiatan memancingku belum begitu rutin karena tugas-tugas kantor yang menumpuk, Namun beberapa bulan terakhir ini semua berjalan lancar dan aku punya banyak waktu untuk melampiaskan hobbi yang satu ini, apalagi status bulok ( bujang lokal )
Seorang teman mancingku waktu dikalbar mengajak aku pergi mancing ke laut, setelah telpon sana-sini ternyata tidak ada perahu yang ready untuk membawa kami pergi memancing dilaut karena cuaca yang tidak memungkin, namun karena ybs sudah kebelet pengin mancing maka aku ajak untuk memancing di muara saja, dan beliau tidak keberatan.
Setelah telpon seorang tekong di daerah jorong beliau menyanggupi untuk mencarikan teman untuk membawa kami memancing. Persiapan ala kadarnya kami bawa karena teman2 lainnya ternyata merupakan pendatang baru mancing disungai.
Spot memancing kali ini adalah dimakam keramat, hutan lindung jorong yang dikeliling sungai yang diberinama air keruh, Untuk mencapai spot diperlukan waktu kurang lebih 3 jam dari banjarmasin melalui jalan darat. Kami berangkat pagi-pagi sekitar pukul tiga dan sampai dispot pukul 6 pagi.
Sesampai di lokasi tekong telah menunggu kami dengan senyum yang khas. Seperti biasanya kami selalu bercerita tentang kondisi air dan hal-hal seputar mancing. Tidak berapa lama kami segera menyiapkan segala sesuatunya dan segera berangkat dengan menggunakan jukung/klotok sampan besar.
Seperti sebelumnya ujung joran saya bergerak lagi dengan lembut, dalam hati berkata, aduh sampah lagi ni, saya coba mengangkat dengan perlahan pancing terasa berat wah sambah besar kali ini, saya gulung pancing untuk melepaskan sampah dan memeriksa umpan pancing, setelah beberapa putaran saya terkejut dengan sentakan yang kuat dari dalam air, dengan spontan mulut mengeluarkan desisan uhhhhhh, ada rupanya.
Perlahan2 reel saya gulung dan sesekali terjadi perlawanan dari dalam air dengan mencicitnya reel pancing saya membuat degub jantung semakin keras dan harapan semoga monster diujung sana dapat saya kalahkan. Selang tidak beberapa lama sang panser air keruh pun telah nampak diatas permukaan air, dengan mata merah menantang. Saya naikkan keatas perahu sebagai tanda kemenangan.
Hal yang menggembirakan bahwa udang di spot air keruh masih menggembirakan.


